Sekilas tentang DIGITAL CONTENT, pandangan awam untuk Masyarakat Indonesia

Hai, Sobat salam perkenalan dari @PoncoEpy

Entah mengapa, pagi ini ada seorang sahabatku yang dikenal dengan @Sonya_Momuat bercerita tentang nikmatnya menulis blog. Dengan berapi-api, menceritakan Hits yang melambung tinggi pada blog barunya, yaitu http://www.jejaklangkahku.com yang menceritakan mengenai keindahan pariwisata di seluruh dunia.

Okey deh, setelah berdiskusi, konon diriku punya sedikit hal yang bisa diceritakan kepada dunia. Hal kecil dan biasa, namun siapa tahu ada yang belum mengetahuinya. Iya, sudah lama aku berkecimpung dalam hal pembayaran, payment atau payment gateway. Dan kali ini aku menceritakan tentang Digital Content.

Apakah Digital Content ?

Menurut Wikipedia disebutkan bahwa “Digital content is any type of content that exists in the form of digital data. Also known as digital media, digital content is stored on either digital or analog storage in specific formats“.

Jadi mudah kan ? Digital Content itu adalah semua hal bermakna (content) yang berbentuk digital. Bisa gambar digital, tulisan blog, karakter game ataupun permainan interaktif. Semua yang membuat happy, tertarik, senang dan perasaan campur-aduk berkaitan digital. Tulisan kecil yang sedang Anda baca inipun termasuk digital content.

Digital Content Game paling marak.

Diantara semua content, yang paling marak sekarang adalah GAME. Permainan di komputer, tablet, HP dan berbagai peralatan komputer sangat menarik minat. Mulai anak-anak sampai kakek-kakek pun suka bermain game.Banyak game yang mulai menangguk bisnis di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bagaimana dengan konten diigtal lainnya ? Tentu saja berkembang pesat. Ada buku digital, misalnya qbaca.com, Wayang force, SCOOP dll. Itu yang di Indonesia loh. Kalau dirancah dunia, siapa yang tidak kenal dengan Amazon ? Penggemar Ipad pastilah sudah terbiasa dengan Ibooks.Juga musik Melon Indonesia, Langit Musik dan vide-video di Youtube. Bahkan sekarang siaran televisi pun

Cara Pembayaran Digital Content ?

Digital Content sering diartikan gratis. Lagu-lagu inginnya gratis. Ayo, jangan suka membajak ya ?

Namun kadang tidak bisa disalahkan juga. Cara bayarnya umumnya pakai kartu kredit. Jadi susah membayarnya, karena pembelian hanya kecil-kecil saja, atau tidak punya kartu kredit. Minta ke Mama Papa juga kebanyakan tidak diizinkan. Jadinya ya … membajak deh.

VISA bisa membayar konten Digital game
VISA bisa membayar konten Digital game

Beberapa digital content menggunakan Bank untuk pembayaran. Menggunakan transfer atau langsung transaksi melalui KlikPay misalnya.Lumayan sih, namun kan juga jadi ribet. Jarang yang memiliki Internet Banking. Kalau ke ATM, repot ya ? Harus keluarin mobil / motor dan juga bayar parkir Rp 2.000. Kalau beli Rp 5,000 terus terkena parkir segitu, sayang kan ? Belum lagi bensin, macet dll.

Dari pengalaman ngobrol dengan para gamers, umumnya mereka berharap dapat membeli digital content dari pulsa HP, khususnya dari KartuAS, simPATI atau KartuHALO. Sebenarnya ada TELKOMSEL Upoint (@upointpay), namun sayang sekali masih banyak yang belum mengenalnya.

Demikian sekilas digital content. Semoga sedikit memberikan pencerahan untuk trend yang sedang marak ini.

Jakarta, 19 Maret 2015

@PoncoEpy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s